Sabtu, 29 September 2012

Syair Dia

Diposting oleh imadzaqi alyahasan di 05.45
Reaksi: 
0 komentar
Betul,
Untuk meraihmu itu
Aku dengan apapun Aku mau
Terkadang aku plin plan
Juga amat menyedihkan,
Namun , untuk meraihmu memang begitu
Aku yakin Kaulah ratu untuku
Terkadang aku suruh
Juga aku amat patuh

Goresan Dia

Diposting oleh imadzaqi alyahasan di 05.39
Reaksi: 
0 komentar
Pelajarilah sikap bidadari
Maka aku pelindungmu

Aku pun pelajari sikapmu
Maka jadilah kekasihku

Pelajarilah aku
Maka kau tahu kamu

Aku pun pelajari itu
Maka aku tahu itu aku

Aku.

...

Diposting oleh imadzaqi alyahasan di 05.30
Reaksi: 
0 komentar
Rasa itu sering datang
amat lembut, seolah hitam dalam petang
Rasa itu membalutku, rapat !
Tipis dan berlipat - lipat
Putih,bening namun padat
Rasa itu datang berkali - kali
Menata Ku, Merusak Ku
Entah apa bisa menjadi,
Aku pasrah..
Maka, tolonglah aku

Kamis, 20 September 2012

untitel

Diposting oleh imadzaqi alyahasan di 08.20
Reaksi: 
0 komentar

Lantas kulepas nafas yang panas
Bergegas melangkah bebas
Mengikuti jejak-jejak unggas
Nyata terbang menuju ahlunnafs
Di belakang burung sulaiman
Melayang melepas perbendaharaan
Melintas batas melepas jubah kebesaran
Menaggalkan nilai-nilai kehormatan
Lantas lekas tubuhku memggigil malu
Tak ada penutup atau bulu-bulu
Sayap-sayapku patah..
Hampir jatuh, dan aku pasrah
Dibelakang burung-burung tuhan
Hud hud atau simurgh yang sopan
Aku belajar terbang dari merekalah aku mengerti sembahyang
Aku belajar kasih sayang
Dari merekalah aku mengerti jalan tuhan
Lantas...

dan yang di punggung daun

Diposting oleh imadzaqi alyahasan di 07.35
Reaksi: 
0 komentar


karna Cuma ayam jantan yang mampu berkokok
lebih gagah dari auman singa di hutan rimba
aku menghirup udara segar dipagi buta
hingga hilang semua semu dan kecewa
embun pagi dan kabut tipis,
menambah romantis                                        
menggantikan peluh di pelipis 
seolah aku mempu bercanda denagn kicau burung
dan kulihat semut berjejer di punggung daun
selamat datang mentari pagi
sinarmu hangat membasuh luka di hati
lalu aku ingin menyeduh secangkir kopi
tak lagi dengan air mata yang pedih
nanti bila begini dan begitu
wajar , karena dalam dada aku rindu

biar ngilu namun rindu

Diposting oleh imadzaqi alyahasan di 07.29
Reaksi: 
0 komentar


Selagi langit dan bumi yang kau pijak masih sama denganku disini,
Rinduku selalu terobti lewat karya tuhan setiap hari
Dulu, mengapa begitu mudah kau meninggalkanku
Apa cinta yang kuberikan sudah habis?
Atau kau buang, atu mungkin bosan
Jawab sayang..
Jawab sekarang, kenapa kau melepasku begitu saja
Setelah kemarin bercumbu melepas rindu
Ini aneh,tanpa sebab dan tanpa alasan kau menghilang
Kau gigit sedikit demi sedikit hatiku sampai habis
Lalu kau tela juga jantungku
Sesak rasanya untuk diingat
Ketika aku terjatuh, kau malah diam.bahkan mata hatimu pura-pura terpejam
Aku teriak......
Suaraku menggema seperti lonceng gereja
Sama persis seperti kerinduan anak yatim pada bapaknya
Atau suara peraduan mahluk pada tuhanya
Sampai tiba raga ini tak mampu menopang duka
Kelopak mataku bocor terus berair mata
Sayang,, sekejam itukah menelantarkan cintaku

tentang

Diposting oleh imadzaqi alyahasan di 06.48
Reaksi: 
0 komentar
tentang malam ini..
kulihat selembar foto yang telah usang karna editan sang waktu,
lantas ingatanku berseluncur ke beberapa tahun yang lalu,
ketika aku masih berseragam putih abu - abu.
aku merindu.
namun apa jadinya bila rindu tersebut tak tau arah akan tjuanya.aku merindu pada kawan,pada masa,pada suatu waktu yang tak merindukanku
mirisss rasanya,,ketika kulihatt beberapa foto perpisahan,,tak kudapati seraut wajahku pada foto foto tersebut
aku ingat,,saat itu aku terlalu disibukan oleh sakit ku,
sudahlahhh imaaa...bisikan kecil dari hatiku mencoba menenangkan..
semua telah terlewatt,,
dan tak akan mungkin kamu memutar waktu untuk menebus kebersamaan yang tlah terlewatkan itu..
 

kanvas coratcoret Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea